Healthy / Lifestyle

5 Alasan Untuk Konsumsi Protein Nabati (Plant-Based Protein)

April 16, 2020

Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Diet Protein Nabati semakin popular dan semakin banyak orang mulai meningkatkan kombinasi  sumber protein dari Nabati yaitu biji-bijian, kacang-kacangan, dan buah-buahan.

Protein Nabati memiliki variasi manfaat dalam mengatur  proses & fungsi  yang lebih optimal di dalam tubuh dibandingkan dengan Protein Hewani. Berikut ini adalah Alasan Penting untuk terus meningkatkan Konsumsi Protein Nabati

1. Protein Nabati meningkatkan kesehatan pencernaan.

Protein Nabati mengandung nutrisi kandungan serat, enzim dan antioksidan yang membantu meningkatkan kesehatan pencernaan. Sedangkan protein hewani mengandung serat-serat otot yang membutuhkan pengunyahan lebih lama, meningkatkan produksi asam lambung dan enzim-enzim pankreas.

2. Protein Nabati membantu mempertahankan berat badan

Protein Nabati memiliki kalori yang lebih sedikit dibandingkan Protein Hewani, disertai kandungan nutrisi serat, vitamin dan mineral yang lebih tinggi. Dari suatu penelitian yang mengamati 120.000 laki-laki dan perempuan selama 20 tahun yang mengkonsumsi kacang-kacangan lebih banyak terasosiasikan dengan manajemen berat badan dan penurunan berat badan.

3. Protein Nabati  mengurangi beban kerja Ginjal

Protein Nabati membantu menurunkan pH tubuh yang asam, sehingga dengan mengurangi konsumsi protein Hewani dapat membantu mengurangi beban kerja ginjal. Dari penelitain jurnal nutrisi ginjal, pasien dengan CKD (chronic kidney disease) yang mengkonsumsi Diet Protein Nabati menunjukan perbaikan dan tidak menunjukkan gejala komplikasi CKD.

4.  Protein Nabati mengurangi risiko Penyakit Inflamasi Kronik

Protein Nabati mengandung lemak tersaturasi yang tidak menyebabkan peradangan kronik pada pembuluh darah dan sel, kandungan yang kaya akan vitamin dan mineral, membantu tubuh menggunakan hormone Insulin lebih baik sehingga mencegah penyakit kencing manis. Konsumsi protein hewani kemasan dan lemak tersaturasi hewani yang berlebihan memicu peradangan dan bersifat karsinogenik.

Dari penelitian penggantian makan daging merah dengan biji-bijian sebagai terapi pengubah gaya hidup menurunkan kadar gula darah puasa, LDL, Trigliserida, BMI, tekanan darah yang dikonsumsi selama 8 minggu.

5. Protein Nabati meningkatkan kadar antioksidan

Antioksidan adalah komponan nutrisi yang berfungsi untuk memproteksi kerusakan sel. Antioksidan sangat tinggi didalam protein Nabati, contohnya adalah Vitamin C, Klorofil, Lutein dan Vitamin E.

Kamu bisa meningkatkan konsumsi Protein Nabati seperti  tempeh, tahu, nutritional yeast, quinoa, kacang merah, kacang tanah, kacang kedelai, chickpeas, kacang hijau, lentil, almonds yang bisa dicampurkan di dalam bentuk salad/smoothies, sehingga pencernaan kamu  bekerja optimal, semua sel tetap dapat ternutrisi , terutama fungsi otak kamu menjadi semakin jernih.

Perbanyak konsumsi protein nabati organik dan tetap #KuatinBadannya


1. Chauveau, Philippe, and Catherine Lasseur. “Plant-Based Protein Intake and Kidney Function in Diabetic Patients.” Kidney International Reports, Elsevier, 23 Mar. 2019, www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC6506755/.
2. Hosseinpour-Niazi, S, et al. “Substitution of Red Meat with Legumes in the Therapeutic Lifestyle Change Diet Based on Dietary Advice Improves Cardiometabolic Risk Factors in Overweight Type 2 Diabetes Patients: a Cross-over Randomized Clinical Trial.” European Journal of Clinical Nutrition, U.S. National Library of Medicine, May 2015, www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/25351652.
3. Jenkins, David J A, et al. “The Effect of a Plant-Based Low-Carbohydrate (‘Eco-Atkins’) Diet on Body Weight and Blood Lipid Concentrations in Hyperlipidemic Subjects.” Archives of Internal Medicine, U.S. National Library of Medicine, 8 June 2009, www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/19506174
4. Lonnie, Marta, et al. “Protein for Life: Review of Optimal Protein Intake, Sustainable Dietary Sources and the Effect on Appetite in Ageing Adults.” Nutrients, MDPI, 16 Mar. 2018, www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5872778/.
5. Lourenço, Sofia C, et al. “Antioxidants of Natural Plant Origins: From Sources to Food Industry Applications.” Molecules (Basel, Switzerland), MDPI, 15 Nov. 2019, www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC6891691/.
6. Mozaffarian, Dariush, et al. “Changes in Diet and Lifestyle and Long-Term Weight Gain in Women and Men.” The New England Journal of Medicine, U.S. National Library of Medicine, 23 June 2011, www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/21696306
7. Silvester, K R, and J H Cummings. “Does Digestibility of Meat Protein Help Explain Large Bowel Cancer Risk?” Nutrition and Cancer, U.S. National Library of Medicine, 1995, www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/8610047.
8. Wheeler, Madelyn L, et al. “Animal versus Plant Protein Meals in Individuals with Type 2 Diabetes and Microalbuminuria: Effects on Renal, Glycemic, and Lipid Parameters.” Diabetes Care, U.S. National Library of Medicine, Aug. 2002, www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/12145221.

2 likes

Author

dr. Arihta Johana Wulandari Ginting

Your email address will not be published.