Healthy / Lifestyle

Bone Broth : Solusi Sehat Nikmat

April 4, 2020

Tags: , , ,

Sekarang ini, semua orang semakin sadar akan pentingnya hidup sehat. Tren kesehatan yang diekspos di media sosial pun semakin banyak. Salah satunya adalah konsumsi bone broth yang mulai banyak dibicarakan karena manfaatnya bagi tubuh. Lalu, apa bedanya Bone Broth dan kaldu biasa?

Perbedaan mendasar terletak pada waktu yang dibutuhkan untuk merebus bahan. Kaldu dibuat dengan cara merebus tulang selama 2-3 jamuntuk mengeluarkan konsentrasi gelatin dan membuat cairan menjadi agak kental. Sedangkan Bone broth dibuat dengan cara merebus tulang, kaki, sirip hewan atau jaringan ikatnya dengan campuran cuka, sayur dan rempah selama 24 jam. Hasil rebusan tersebut mengeluarkan gelatin dan asam amino yang baik untuk kesehatan.1

Di dalam tubuh, gelatin akan dipecah menjadi kolagen yang berfungsi untuk memperkuat sruktur tulang, sendi dan meningkatkan elastisitas kulit.2 Selain kolagen, bone broth juga mengandung glutamin senyawa asam amino yang berfungsi untuk memperbaiki kerusakan dinding usus6, membantu pertumbuhan probiotik dan sebagai agen anti-inflamasi. Bone broth juga mengandung tinggi protein dan rendah indeks glikemik, menurunkan respon tubuh untuk mengasup kalori berlebihan sehingga membantu penurunan berat badan.

Selain pada bone broth, kolagen juga ditemukan dalam berbagai bentuk olahan, seperti dalam suplemen, kapsul bahkan serum. Ada lebih dari 16 jenis kolagen yang ditemukan di alam dan digolongkan ke dalam tiga tipe: kolagen tipe 1,2 dan 3

  • Kolagen Tipe 1 dan 3

Kolagen Tipe 1 dan 3 berfungsi untuk menjaga kesehatan kulit, menjaga elastisitas kulit, menjaga kesehatan rambut dan kuku, serta meningkatkan kekuatan otot dan tulang. Kolagen tipe ini memiliki asam amino penting seperti glisin yang berfungsi untuk mencegah inflamasi3, proline sebagai antioksdan, dan arginin untuk meningkatkan jaringan otot serta mempercepat penyembuhan luka.4 Kolagen tipe 1 dan 3 banyak ditemukan pada produk hasil olahan ikan, sapi, kambing, atau kerbau. Penyerapan kolagen tipe ini akan lebih maksimal dengan konsumsi vitamin C.

  • Kolagen tipe 2

Penurunan cairan atau pelumas pada tulang membuat sendi lebih mudah cedera dan terasa kaku.5 Kolagen tipe 2 berfungsi untuk meningkatkan kekuatan sendi, memperkuat jaringan ikat pada tulang rawan, meningkatkan fleksibilitas, dan mencegah osteoartritis. Kolagen tipe ini banyak ditemukan pada produk olahan ayam atau unggas.

Produksi kolagen dalam tubuh akan menurun seiring bertambahnya usia dan dipercepat dengan faktor lain seperti merokok, konsumsi diet tinggi gula, kurangnya terpapar sinar matahari atau penyakit autoimun. Konsumsi bone broth secara rutin dapat menjadi alternatif untuk meningkatkan kolagen di dalam tubuh. Idealnya bone broth dikonsumsi dalam olahan simple sup dengan anjuran 1 mangkok Per hari, bone broth dapat diolah sendiri menggunakan bahan utama ayam, sapi atau ikan dan campuran sayur. Mulailah mengkonsumsi bone broth secara rutin, dan kreasikan ke dalam berbagai macam hidangan favoritmu, sertakan herbs atau rempah untuk menambah rasa sekaligus manfaat antioksidannya.

References

  1. Irwin, MI, Hegsted DM.(1971). A Conspectus of Research on Amino Requirements of Man. Journal of Nutrition, 1971, 101, 387-429
  2. Matthew D, Ronald T Raines. (2009). Collagen Structur and Stability.Biochem,2009,929-958
  3. Zhong, Zhi, Wheeler, Micheal D. Li, Xiangli, Froh, Matthias, Schemmer, Peter, Yin, Ming Bunzendaul, Hartwig, Bradford, Blair, Lemasters, John J. (2003). L-Glycine: A Novel Antiinflammatory, Immunomodulatory, and Cytoprotective Agent. Clinical Nutrition and Metabolic Care, 3, 2003, volume 6-issue 2, p229-240 
  4. Guoyao Wu. (2010). Functional Amino Acids in Growth, Reproduction, and Health. Advance Nutrition, 2010, 11, 1(1): 31–37
  5. Wulandari, Ning Arti. (2016). Pengaruh Yoga Terhadap Nyeri Sendi Pada Lansia Di PSLU Blitar. Journal Kebidanan, Volume 3, No.3, 2016, 257-261
  6. Achamrah N, Dechelotte PCoeffier M.(2017). Curr Opin Clin Nutr Metab Care. 2017, 1, 86-91.
  7. Giuseppina Frasca,Venera Cardile,Carmelo Puglia,Claudia Bonina,and Francesco Bonina. Gelatin Tannate Reduces The Proinflammatory Effects of Lipopolysaccharide in Human Intestinal Epithelial Cells. Clinical and Experimental Gastroenterology, 2012, 5, 61–67.
10 likes

Author

Reni Rahmawati, S.Gz

Your email address will not be published.