Healthy / Lifestyle

Cokelat, apakah menyehatkan?

April 20, 2020

Tags: , , , , ,

Hampir setiap orang, mulai dari anak-anak sampai dengan dewasa, pasti menyukai cokelat karena rasanya yang enak dan dapat membuat mereka merasa lebih baik ketika mengonsumsinya.2 Namun, kebanyakan jenis cokelat yang dikonsumsi merupakan coklat yang sudah ditambahkan bahan-bahan tambahan lainnya seperti zat kimia, gula atau susu yang apabila dikonsumsi secara berlebihan dapat menyebabkan efek buruk pada kesehatan tubuh.1 Oleh karena itu, sangat penting untuk mengetahui komposisi dan kandungan gula dari cokelat yang Kamu konsumsi.

Beberapa jenis cokelat antara lain cokelat putih, cokelat susu dan dark chocolate. Cokelat putih terdiri dari kakao butter, susu, gula dan tanpa padatan kakao. Cokelat susu terdiri dari kakao butter, susu, gula dan padatan kakao <20-25% dari total berat cokelat dan dark chocolate terdiri dari kakao butter dan padatan kakao lebih dari 70% dari total berat cokelat.1 Oleh karena itu, hanya dark chocolate yang memiliki kandungan biji kakao yang tinggi dan kadar gula yang rendah.1 Biji kakao merupakan bahan utama dari cokelat yang kaya akan zat gizi dan berpotensi memberikan berbagai macam manfaat kesehatan pada tubuh.1,2 Adapun berbagai zat gizi tersebut adalah sebagai berikut:

  • Polifenol

Biji kakao merupakan sumber polifenol yang mengandung antioksidan lebih banyak daripada kebanyakan makanan.1,3 Mengonsumsi polifenol dapat memberikan berbagai manfaat kesehatan tubuh seperti menurunkan risiko penyakit jantung, menurunkan tekanan darah, mengontrol gula darah dan mendukung sistem kekebalan tubuh.1,3,4 Sehingga dianjurkan untuk memilih cokelat dengan minimal proses dan tanpa menggunakan ekstrak, zat tambahan atau zat kimia lainnya seperti pada organik dark chocolate karena cokelat jenis ini dapat mempertahankan hingga 80% dari kandungan polifenol alami yang berasal dari biji kakao mentah.2

  • Lemak sehat

Biji kakao merupakan sumber lemak sehat yang memiliki efek positif pada kadar lemak tubuh seperti meningkatkan kadar HDL atau lemak baik1 dan membantu menurunkan kadar lemak jahat.5,6,7

  • Mineral

Biji kakao juga kaya akan mineral seperti kalium, fosfor, tembaga, zat besi, zink dan magnesium yang berperan pada kesehatan fungsi pembuluh darah terutama untuk menurunkan risiko hipertensi dan penyumbatan pada pembuluh darah.1,5,7,8 Selain itu kandungan magnesium yang tinggi dalam biji kakao juga dapat mendukung pembentukan energi dan membuat mood Kamu menjadi lebih baik.7

  • Theobromine

Theobromine di dalam biji kakao memiliki berbagai manfaat kesehatan seperti menjaga fungsi normal sistem saraf pusat, mendukung relaksasi pada otot, menurunkan tingkat stress dan kecemasan serta berperan dalam mengatur sistem kekebalan tubuh.1,5

Dosis konsumsi dark chocolate yang dianjurkan adalah 20 g/hari atau sebanyak 1-1,5 blok cokelat dalam seminggu.3,4,8 Kamu bisa mengonsumsinya secara langsung atau sebagai campuran pada oatmeal dipagi hari, topping pada smoothies atau sebagai bahan campuran pada muffin atau cake lainnya. Dengan lebih memilih organik dark chocolate dibandingkan dengan jenis cokelat lainnya maka Kamu akan terhindari dari konsumsi gula yang berlebih serta bahan-bahan kimia lainnya yang memberikan efek buruk pada tubuh. Sebaliknya, mengonsumsi organik dark chocolate dapat memberikan manfaat seperti mendukung sistem kekebalan tubuh, menurunkan tekanan darah, mengontrol gula darah, mengontrol fungsi pembuluh darah dan membuat mood Kamu menjadi lebih baik.1,3

References

  1. Montagna, M. T. et al., 2019. Chocolate, “Food of the Gods”: History, Science, and Human Health. International Journal of Environmental Research and Public Health, 16(4960), pp. 1-21.
  2. Visioli, F. et al., 2010. Chocolate, Lifestyle, and Health. Food Science and Nutrition, Volume 49, pp. 299-312.
  3. Miliron, T., Kalsberg, G. & Anna, L., 2010. Does chocolate have cardiovascular benefits?. THE JOURNAL OF FAMILY PRACTICE, 59(6), pp. 351-352.
  4. Egan, B., Laken, M., Donovan, J. & Woolson, R., 2010. Does Dark Chocolate Have a Role in the Prevention and Management of Hypertension?. Hypertention, Volume 55, pp. 1289-1295.
  5. Latif, R., 2013. Chocolate/cocoa and human health: a review. The Journal of Medicine, 71(2), pp. 63-68.
  6. Buyken, A. et al., 2010. Modifications in dietary fat quality are associated with changes in serum lipids of older adults independently of lipid medication. Journal Nutrient, Volume 140, pp. 88-94.
  7. Katz, D., Doughty, K. & Ali, A., 2011. Cocoa and Chocolate in Human Health and Disease. COMPREHENSIVE INVITED REVIEW, 15(10), pp. 2779-2811.
  8. Lares, M. & Perez, E., 2017. Effect of the Dark Chocolate Consumption on Some Markers of Oxidative Stress, Endothelial Dysfunction and Inflammation of a Healthy Population. EC Nutrition, 9(2), pp. 78-87.
18 likes

Author

Defanda Tritya, S.Gz, RD )

Your email address will not be published.