Healthy / Lifestyle

Kombucha, Minuman Fungsional untuk Mendukung Kesehatan Alami

April 3, 2020

Tags: , , , ,

Fakta Kombucha

               Manfaat dan khasiat dari teh membuat teh banyak dikembangkan menjadi berbagai produk dengan proses yang bervariasi. Salah satu proses perkembangannya yaitu teh yang difermentasikan dengan menggunakan kultur campuran dari bakteri dan ragi (SCOBY), yang dikenal dengan “Kombucha”. Kombucha memiliki rasa sedikit asam dan segar serta termasuk ke dalam minuman fungsional.1,2 Hal ini karena, selain kombucha kaya akan probiotik yang terdiri dari bakteri Acetobacter dan Gluconobacter serta ragi dengan jenis Saccharomyces yang dapat mendukung perlindungan kesehatan terutama kesehatan sistem pencernaan, di dalam minuman kombucha juga mengandung berbagai senyawa bioaktif yang bekerja sinergis, seperti:

  1. Vitamin B kompleks dan Vitamin C untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan memperbaiki fungsi sistem saraf
  2. Asam glukuronat yang mempunyai efek detoksifikasi terhadap bahan-bahan kimia sehingga dapat menjaga fungsi hati serta dapat meningkatkan penyerapan antioksidan dalam tubuh
  3. Polifenol dan antioksidan yang dapat menghambat oksidasi dari lemak jahat atau LDL dan mengatur metabolisme kolesterol sehingga dapat menghambat risiko perkembangan berbagai penyakit serta meningkatkan sistem kekebalan tubuh
  4. Mineral seperti tembaga (Cu) dan mangan (Mn) untuk membantu kesehatan tulang, zat besi (Fe) untuk kesehatan darah dan transportasi oksigen, dan zinc (Zn) untuk meningkatkan kekebalan tubuh.1,3,4,5

Berapa banyak seharusnya konsumsi kombucha?

Walaupun kandungan dalam kombucha dapat memberikan banyak manfaat untuk kesehatan tubuh, namun konsumsi kombucha secara berlebih juga tidak dianjurkan. Jumlah yang direkomendasikan untuk konsumsi kombucha yaitu 100-120 ml dengan frekuensi 1-3 kali sehari. Ini berarti kalian tidak dianjurkan untuk konsumsi kombucha lebih dari 360 ml per hari untuk mencegah kondisi asam yang berlebihan pada tubuh.

Make Your Own Kombucha

Hal yang harus diperhatikan dalam pembuatan kombucha adalah sterilisasi dari peralatan yang digunakan dan kebersihan tempat kerja untuk mengontrol pertumbuhan mikroorganisme yang berlebih dan menghindari adanya pembusukan atau kontaminasi yang tidak diinginkan.4,6 Selain itu, wadah dari kombucha juga harus memenuhi standar food grade dan sangat tidak dianjurkan untuk menggunakan wadah berbahan metal. Selain itu, penting juga untuk mengontrol pH selama fermentasi kombucha, dan dianjurkan untuk mengakhiri prosesnya ketika pH mencapai 4.2 karena over produksi dari asam asetat dapat menjadi kontraproduktif.4,7

Kombucha melalui proses fermentasi alami bisa kamu lakukan sendiri di rumah dengan bahan teh, scooby, gula dan air1. Berikut ini adalah resep mudah untuk membuat kombucha:

  1. Teh diseduh ke dalam 800 ml air panas sekitar 5-10 menit.2,3,6
  2. Tambahkan gula sebanyak 50-150 gram per liter (5-15%) dan larutkan dalam teh saat teh masih panas. Gula ini digunakan sebagai media dan nutrisi untuk menumbuhkan bakteri yang diinginkan.1 
  3. Dinginkan teh manis di suhu kamar sampai suhunya mendekati 20oC. 1
  4. Tambahkan SCOBY atau cairan yang dihasilkan dari fermentasi sebelumnya  sebanyak 100-200 ml sebagai starter. 2,3,6
  5. Tutup bagian atas wadah dengan bahan-bahan seperti kain katun yang bersih atau tissue untuk mencegah jamur dan debu terbawa udara masuk dan membuat serangga seperti lalat  keluar. 2,3,6
  6. Diamkan selama 5-60 hari (rata-rata 10-15 hari) pada suhu ruang (18-30Oc) sebagai proses dari inkubasi untuk mendapatkan hasil yang optimal.1,2,4
  7. Simpan dalam tempat dingin.2,3,6

Oleh karena kandungan yang terdapat dari minuman kombucha sangat dipengaruhi dari proses fermentasinya termasuk dengan jenis teh dan gula yang digunakan, maka gunakan bahan-bahan yang alami seperti teh yang organik dan pengganti gula Non-GMO sehingga kamu bisa maksimal mendapatkan probiotik, antioksidan, vitamin dan mineral yang alami dari kombucha untuk tubuh kamu..

References

  1. Falahuddin, I., Apriani, I. & Nurfadilah, 2017. Pengaruh Proses Fermentasi Kombucha Daun Sirsak (Annona Muricata l) Terhadap Kadar Vitamin C. Jurnal Biota, 3(2), pp. 90-96.
  2. Soto, S. A. et al., 2018. Understanding Kombucha Tea Fermentation: A Review. Journal of Food Science, 83(3), pp. 581-588.
  3. Kim, J. & Adhikari, K., 2020. Current Trends in Kombucha: Marketing Perspectives and the Need for Improved Sensory Research. Bevarages, 6(15), pp. 1-19.
  4. Leal, J. M. et al., 2018. A Review on Health Benefits of Kombucha NutritionalCompounds and Metabolites. Journal of Food, 16(1), pp. 390-399.
  5. Vīna, I., Semjonovs, P., Linde, R. & Patetko, A., 2013. Glucuronic acid containing fermented functional beverages produced by natural yeasts and bacteria associations. International Journal of Recent Research and Applied Studies, Volume 14, pp. 17-25.
  6. Greenwalt, Steinkraus & Ledford, 2000. Kombucha, the Fermented Tea: Microbiology, Composition, and Claimed Health Effects. Journal of Food Protection, 63(7), pp. 976-981.
  7. Kovacevic, Z. D. G. et al., 2014. A Toxic Hepatitis Caused the Kombucha Tea – Case report. Macedonian Journal of Medical Sciences, Volume 7, pp. 128-131.
14 likes

Author

Defanda Tritya, S.Gz, RD )

Your email address will not be published.