Healthy

Manfaat Alami Minyak Kelapa

March 31, 2020

Tags: , ,

Berbagai pilihan produk minyak sayur dipasaran saat ini semakin banyak. Hal ini karena minyak sudah menjadi kebutuhan harian pada hampir seluruh masyarakat Indonesia yang mayoritas menggunakannya untuk menggoreng, baik makanan utama maupun selingan.1 Padahal kebiasaan tersebut dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit seperti penyakit koroner, gagal jantung, diabetes dan hipertensi.2 Hal ini karena, di dalam minyak sayur mengandung tinggi lemak omega-6 yang merupakan pemicu inflamasi bila dikonsumsi dalam jumlah berlebih. Hal inilah yang dapat membuat konsumsi minyak sayur berlebih dapat berkontribusi menjadi berbagai penyakit.3 Selain itu, terdapat beberapa produk minyak sayur yang merupakan minyak yang terhidrogenasi sebagian sehingga mengandung trans fat  atau lemak jahat yang dapat meningkatkan kadar kolesterol total dan kolesterol jahat. Dalam proses pembuatannya juga banyak yang melalui proses pemurnian atau bleaching yang mana dapat menurunkan kandungan nutrisi di dalamnya terutama kandungan beta karotennya.

Mengapa harus minyak kelapa dibandingkan minyak sayur?

Nah, namun tidak semua minyak nabati itu buruk untuk kesehatan. Beberapa tahun terakhir ini, minyak kelapa, yang merupakan produk utama dari buah kelapa, telah menarik perhatian media dan populasi diseluruh dunia sebagai pengganti dari minyak sayur.4  Minyak kelapa ini terdiri dari asam lemak rantai sedang dengan kandungan lemak jenuh yang tinggi (92%) sehingga sangat berbeda dengan minyak sayur.5,6

Minyak kelapa merupakan salah satu sumber dietary fat yang telah dikenal dapat memberikan berbagai manfaat keseahatan seperti menurunkan kolesterol, resiko penyakit jantung, berat badan, meningkatkan fungsi kognitif dan agen antimikrobial.4,5,6 Hal ini dikarenakan minyak kelapa terdiri dari asam lemak rantai sedang yang menjadikan minyak kelapa dengan mudah diserap tubuh dan masuk ke aliran darah serta menuju hati untuk dimetabolisir secara langsung sehingga tidak ikut berpartisipasi dalam pembentukan dan transportasi kolesterol. Sebaliknya, untuk jenis minyak sayur karena memiliki asam lemak rantai panjang maka harus melalui perjalanan yang lebih panjang untuk dapat masuk ke hati.1,6,7 Oleh karena itu, fakta bahwa minyak kelapa berkontribusi pada kolesterol jahat pada tubuh mungkin adalah mitos.6

Bagaimana cara mengonsumsi minyak kelapa yang tepat?

  • Hindari menggoreng dengan minyak banyak atau deep frying serta penggunaan berulang.

Walaupun minyak kelapa dikatakan baik untuk dimasukkan dalam makanan kita sehari-hari, namun pengolahan dengan deep frying (bahan yang digoreng sampai terendam minyak) tetap tidak dianjurkan, apalagi sampai penggunaan yang berulang. Hal ini dikarenakan akan mengurangi kualitas gizi minyak kelapa dan menghilangkan keunggulan lemak rantai sedang yang dimiliki minyak kelapa tersebut. Sehingga pada akhirnya jika sering dilakukan akan meningkatkan risiko penyakit jantung dan pembuluh darah.1

  • Perhatikan smoke point

Ketika memasak menggunakan panas tinggi kita tentu ingin menggunakan minyak yang stabil dan tidak mudah teroksidasi yang dapat membentuk radikal bebas atau senyawa yang berbahaya untuk tubuh. Oleh karena itu sangat penting untuk memperhatikan smoke point dari setiap minyak yang akan kita gunakan. Smoke point atau titik asap adalah titik dimana lemak yang terkandung di dalam minyak mulai terurai dan mengeluarkan asap untuk pertama kali. Selain itu, saat titik ini tercapai, cita rasa dan nutrisi dalam minyak pun juga mulai terurai. Jadi akan lebih baik menggunakan minyak dengan smoke point yang lebih tinggi untuk memasak makanan yang memerlukan suhu tinggi dan waktu yang lama dalam prosesnya seperti minyak kelapa untuk menjaga nutrisi dalam minyak. Namun, akan berbeda lagi jika ingin menggunakannya hanya untuk dressing salad, langsung diminum atau sampai dengan menumis, minyak dengan smoke point rendah lebih cocok digunakan seperti Virgin Coconut Oil  (VCO) yang memiliki kandungan nutrisi dan antioksidannya lebih tinggi secara alami.5,10

  • Pilih minyak kelapa yang sudah bersertifikasi organik

Minyak kelapa yang sudah bersertifikasi organik pada kemasannya biasanya dalam pembuatannya tidak melalui proses pemurnian atau unrifened oil yang ditandai dengan “pure ingredient” atau “virgin”. Hal ini untuk memastikan bahwa minyak yang kalian konsumsi bebas dari pestisida dan bahan-bahan kimia lainnya serta nutrisi yang ada di dalam minyak kelapa lebih terjaga.

Apa saja manfaat konsumsi minyak kelapa jika dikonsumsi dengan cara yang tepat?

Nah, sekarang kalian sudah mengertikan bahwa tidak semua asam lemak jenuh seperti yang ada dalam minyak kelapa ini memberikan dampak buruk bagi kesehatan. Bahkan minyak kelapa memiliki beberapa manfaat kesehatan bila dikonsumsi dengan cara yang tepat, seperti:

  1. Menyediakan energi yang cepat untuk tubuh dan otak karena terdiri dari asam lemak rantai sedang (MCT) yang dapat dengan cepat menjadi ketones.8
  2. Sebagai sumber lemak sehat yang dapat memberikan manfaat kesehatan tubuh terutama kesehatan pembuluh darah dan jantung.8
  3. Membantu pembakaran lemak tubuh karena lemak rantai sedang dapat meningkatkan jumlah kalori yang dibakar dibandingkan dengan lemak rantai panjang.9
  4. Memberikan efek antimikroba karena mengandung asam lauric yang dapat membunuh bakteri, virus dan jamur.6

Jadi, karena lemak (termasuk minyak) merupakan bagian penting dari diet sehat alami, maka pilihlah lemak yang juga terbaik yang bisa kasih kamu kesehatan alami ya..

References
  1. Moviana, Y. (2013). Amankah Mengonsumsi Minyak Kelapa Dalam Diet Sehari-Hari? Jurnal Skala Husada, 10(2), 113-119.
  2. Gadiraju, T., Patel, Y., Gaziano, M., & Djousse, L. (2015). Fried Food Consumption and Cardiovascular Health : A Review of Current Evidance. Nutrients, 2015(7), 8482-8430.
  3. Patterson, Wall, Fitzgerald, Ross, & Stanton. (2012). Health implications of high dietary omega-6 polyunsaturated Fatty Acids. Journal of Nutrition and Metabolism, 2012, 1-16
  4. Lima, R., & Block, J. M. (2019). Coconut oil: what do we really know about it so far? Food Quality and Safety, 1-12.
  5. Dumancas, G., Viswanath, L., Leon, A., Ramasahayam, S., Maples, R., & Koralege, R. (2016). Health Benefits of Virgin Coconut Oil. In B. Holt (Ed.). United State: Nova Science Publishers, Inc.
  6. Salian, V., & Shetty, P. (2018). Coconut Oil and Virgin Coconut Oil: An Insight into its Oral and Overall Health Benefits. Journal of Clinical and Diagnostic Research, 12(1), 1-
  7. DebMandal, M. (2011). Coconut (Cocos nucifera L: Arecaceae): In Health Promotion and Disease Prevention. Asian Pac J Trop Med, 4(3), 241-288.
  8. Boateng, L., Ansong, R., Owusu, W., & Asiedu, M. (2016). Coconut oil and palm oil’s role in nutrition, health and national development: A Review. Ghana Med J, 50(3), 189-196.
  9. Mumme, & Stonehouse. (2015). Effects of medium-chain triglycerides on weight loss and body composition: a meta-analysis of randomized controlled trials. J Acad Nutr Diet, 115(2), 249-312.
  10. Chua LS, A. M. (2012). Hydrolysis of Virgin Coconut Oil Using Immobilized Lipase in a Batch Reactor. Enzyme Res, 542-589.
10 likes

Author

Defanda Tritya, S.Gz, RD )

Your email address will not be published.