Lifestyle

Perbedaan Fasting (Puasa) vs Starving (Kelaparan)

May 13, 2020

Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Ketika puasa, kondisi tubuh menjadi rentan dan timbul masalah kesehatan karena adanya perubahan pada pola makan dan perubahan jumlah makanan yang dikonsumsi. Salah satu kondisi tersebut adalah Starving.

Starving atau Kelaparan adalah kondisi dimana terjadi defisiensi nutrisi dalam tubuh yaitu tidak tercukupinya kebutuhan harian protein, karbohidrat, lemak, vitamin, mineral, serat, dan cairan. Sehingga, tubuh kesulitan mendapatkan bahan bakar yang tepat untuk melakukan proses metabolisme, pertumbuhan dan perbaikan sel.

Saat terjadi starving, tubuh menghabiskan cadangan glikogen dan lemak, sehingga metabolisme tubuh berfokus dengan bahan bakar protein. Pada kondisi ini, akan terjadi muscle loss, penyusutan organ, kelaparan, craving, mood menjadi lebih mudah cemas, dan lebih mudah teriritasi .

Pada saat kita fasting atau berpuasa dengan cara yang benar, metabolisme tubuh akan berubah menjadi lemak yang berfungsi sebagai bahan bakar utama (fat burning), serta akan tetap mempertahankan fungsi-fungsi otot dan organ. Pada kondisi ini kamu tidak akan merasa lapar dan berada dalam mood yang baik.

Berdasarkan hal tersebut, kita dapat mengetahui secara jelas perbedaan antara starving dan fasting. Fasting merupakan kegiatan yang sehat, dimana pada saat kondisi tersebut tubuh akan melakukan perbaikan sel, detoksifikasi, meningkatkan sel dan menyeimbangkan hormone.

Sementara starving adalah kondisi dimana kita akan mengalami kelaparan, yang mengakibatkan kerusakan sel, meningkatkan kematian sel dan menurunkan fungsi organ (reproduksi, kardiovaskular, otot, ataupun kulit).


Untuk itu, tetap pertahankan konsumsi nutrisi seimbang dan kurangi makanan tinggi gula, perbanyak sayuran dan buah-buahan, lengkapi dengan sumber protein berkualitas, lemak sehat, dan makanan berprobiotik di saat buka puasa.

Sumber :

  1. Berg, J. M. (1970, January 1). Food Intake and Starvation Induce Metabolic Changes. Retrieved from https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK22414/
  2. Kerndt, P. R., Naughton, J. L., Driscoll, C. E., & Loxterkamp, D. A. (1982, November). Fasting: the history, pathophysiology and complications. Retrieved from https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC1274154/
  3. Lessan, N., & Ali, T. (2019, May 27). Energy Metabolism and Intermittent Fasting: The Ramadan Perspective. Retrieved from https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC6566767/
  4. Ziaee, V., Razaei, M., A. (2006, May). The changes of metabolic profile and weight during Ramadan fasting. Retrieved from https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/16645692

4 likes

Author

dr. Arihta Johana Wulandari Ginting

Your email address will not be published.