Lifestyle

Probiotik : Pencernaan Sehat Alami

April 7, 2020

Tags: , , , , , ,

70% Sistem kekebalan tubuh ada di pencernaan. Di dalam pencernaan hidup triliunan mikroorganisme hidup terdiri dari bakteri, jamur yang membentuk kehidupan di usus (mikrobiom) dan mempunyai peran yang penting. Analoginya ; Kehidupan di pencernaan kita seperti Hutan hujan, semua biota hidup bersama untuk memberikan keseimbangan. Ketika Hutan ini gundul/rusak, membutuhkan ribuan tahun supaya hutan hujan ini kembali seperti semula.

Persis dengan pencernaan kita ketika kehidupan mikrobiom ini mati karena antibiotik dan zat kimia lain, membutuhkan waktu bertahun-tahun supaya bakteri baik ini berkoloni kembali. Wajib mengkonsumsi probiotik setelah rutin meminum antibiotik karena penyakit tertentu.

Manfaat Probiotik sangat penting dalam tubuh, dalam penelitian terakhir probiotik dikatakan sebagai “The Second Brain” karena koneksinya dengan kesehatan mental.

Berikut ini adalah manfaat Probiotik :

1. Mendukung Sistem Kekebalan Tubuh (Pertahanan)

Pada dinding pencernaan, bakteri baik membentengi dinding agar mencegah pathogen masuk ke tubuh. Bakteri baik ini juga tersebar banyak di bagian tubuh lain, mulai dari kulit, saluran pernapasan, saluran kemih, salulan reproduksi.

2. Mencerna Serat makanan

PREbiotik adalah makanan PRObiotik (bakteri baik) yaitu serat yang berada pada makanan seperti buah-buahan dan sayuran yang tidak bisa dicerna oleh usus. Konsumsi prebiotik sangat mempengaruhi kehidupan mikrobiota usus dan aktivitasnya. Ketika probiotik diberi makan dengan baik, mereka berkembang biak dengan cepat dan melindungi dari bakteri patogen yang membuat kita sakit. Bakteri patogen yang buruk cenderung lebih menyukai gula sederhana dan bahan-bahan lain yang cenderung ditemukan dalam junk food.

3. Menghasilkan beberapa vitamin B dan vitamin K yang dibutuhkan tubuh

Beberapa golongan probiotik (Lactobacillus dan Bifidobacterium) dapat mensintesis vitamin K, serta sebagian besar vitamin B yang larut dalam air, seperti cobalamin (Vitamin B12), folat (Vitamin B9), piridoksin (vitamin B6), riboflavin(Vitamin B2), dan tiamin (Vitamin B1).

4. Menghasilkan Asam Amino penting sebagai bahan pembuat “Happy Hormones”

komposisi probiotik terutama golongan Bifidobacterium dalam pencernaan sangat penting dalam pembentukan asam amino Tryptofan yang memiliki kontrol terhadap kadar hormon serotonin (Happy Hormones) dan Melatonin (Sleep Hormone).

5. Membantu kerja sistem pencernaan

Probiotik bersama dengan prebiotik membantu penyerapan berbagai nutrisi dan membantu kerja usus.

6. Menghasilkan Antioksidan

Berupa Asam Butirat yang menutrisi sel-sel usus besar, membantu menurunkan gula darah Anda, resistensi insulin dan mengurangi peradangan.

Melihat manfaat probiotik diatas, Mulailah makan makanan yang mengandung tinggi probiotik seperti Yoghurt, Kimchi, acar, Sauerkraut, Kefir, Kombucha setiap harinya.

Reference

  1. Markowiak, Paulina, and Katarzyna Śliżewska. “Effects of Probiotics, Prebiotics, and Synbiotics on Human Health.” Nutrients, MDPI, 15 Sept. 2017, www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5622781/.
  2. Slavin, Joanne. “Fiber and Prebiotics: Mechanisms and Health Benefits.” Nutrients, MDPI, 22 Apr. 2013, www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3705355/#B18-nutrients-05-01417.
  3. Strasser, Barbara, et al. “Probiotic Supplements Beneficially Affect Tryptophan-Kynurenine Metabolism and Reduce the Incidence of Upper Respiratory Tract Infections in Trained Athletes: A Randomized, Double-Blinded, Placebo-Controlled Trial.” Nutrients, MDPI, 23 Nov. 2016, www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5133134/.
  4. Gu, Qing, and Ping Li. “Biosynthesis of Vitamins by Probiotic Bacteria.” IntechOpen, IntechOpen, 13 July 2016, www.intechopen.com/books/probiotics-and-prebiotics-in-human-nutrition-and-health/biosynthesis-of-vitamins-by-probiotic-bacteria.
  5. LeBlanc, J G, et al. “B-Group Vitamin Production by Lactic Acid Bacteria–Current Knowledge and Potential Applications.” Journal of Applied Microbiology, U.S. National Library of Medicine, Dec. 2011, www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/21933312.
2 likes

Author

dr. Kartika Prasasti Ramadia

Your email address will not be published.