Uncategorized

Tips Agar Tetap Berenergi Selama Puasa

May 13, 2020

Tags: , , , , , , , , , , , , , ,

Jika puasamu menjadi mudah lemas, kurang berenergi, dan sulit berkonsentrasi ini berarti tubuh kamu belum menggunakan lemak sebagai bahan bakar metabolisme tubuh.

Ini sering disebabkan oleh tingginya kebiasaan konsumsi gula yang menyebabkan sugar addiction, dan tubuh masih menggunakan gula sebagai bahan bakar utama energi tubuh.

Oleh karena itu, agar kamu tetap berenergi pada saat berpuasa, kamu bisa melakukan hal-hal berikut :

  1. Makanan saat sahur dan buka puasa
    Makanan saat sahur disarankan dalam bentuk smoothies yang mengandung energi tinggi karena merupakan kombinasi dari healthy oil, kacang-kacangan, dan buah atau sayuran yang tinggi vitamin dan serat.
    Jus sayur sangat disarankan untuk buka puasa karena dapat mengganti nutrisi lebih cepat dengan kandungan nutrisi yang lengkap.
  2. Konsumsi cairan bernutrisi dalam jumlah cukup
    Konsumsi minimal 8 gelas setiap hari, 2 gelas pada saat buka puasa, 4 gelas pada malam hari dan 2 gelas pada saat sahur, lebih baik lagi untuk menambahkan air kelapa, air lemon, teh bernutrisi, jus, ataupun smoothies.
  3. Makan secukupnya pada saat buka puasa
    Aturlah porsi makan yang tepat sesuai dengan kebutuhan tubuh dan nutrisi yang seimbang.
  4. Berolahraga yang cukup di waktu yang tepat
    Kamu bisa mulai berolahraga 30-45 menit sebelum mendekati waktu buka puasa
  5. Tidur cukup
    Tetap tingkatkan kualitas tidur selama minimal 7-8 jam setiap harinya, agar proses perbaikan tubuh dan regenerasi sel pada saat tidur tetap berjalan
  6. Berjemur untuk mendapatkan suplementasi Vitamin D
    Vitamin D sangat penting sekali untuk berbagai metabolisme dalam tubuh, terutama untuk menghasilkan energi dan meningkatkan sistem imun.
    Nah, ketika kamu rutin melakukannya, kamu mendapatkan manfaat puasa yang lebih optimal, tubuh akan memperbaiki sel-sel yang rusak, hormone insulin seimbang, metabolisme tubuh semakin optimal, proses detoks racun berjalan dan sistem imun meningkat.

Sumber :

  1. Bahammam, A. S., Alaseem, (2013, February). The effects of Ramadan fasting on sleep patterns and daytime sleepiness: An objective assessment. Retrieved May 7, 2020, from https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3724373/
  2. Fahrial Syam, A., Suryani Sobur, C. (2016, January 2). Ramadan Fasting Decreases Body Fat but Not Protein Mass. Retrieved from https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4895001/
  3. Holick, M. F. (2012, April 1). Evidence-based D-bate on health benefits of vitamin D revisited. Retrieved from https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3427198/
  4. Javad Fallah, S. (2010, September). Ramadan fasting and exercise performance. Retrieved May 7, 2020, from https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3289179/
  5. Zouhal, H., Saeidi,. (2020, January 21). Exercise Training and Fasting: Current Insights. Retrieved May 7, 2020, from https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC6983467/
2 likes

Author

dr. Arihta Johana Wulandari Ginting

Your email address will not be published.